Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, selain itu Indonesia juga terdiri dari 300 suku yang tersebar di berbagai daerah. Di dalam keberagaman suku tersebut juga terdapat bahasa daerah yang memiliki ciri khas tersendiri. Meskipun begitu Bahasa Indonesia tetap menjadi Bahasa Nasional untuk mempersatukan bangsa Indonesia.
Adanya Pariwisata berbasis budaya dapat dimanfaatkan sebagai objek daya tarik wisatawan yang dapat melestarikan warisan budaya. Di Indonesia terdapat berbagai tempat wisata budaya yang dibuka untuk umun dan bisa anda kunjungi. Di destinasi wisata budaya tersebut, anda bisa lebih mengenal dan mempelajari keberagaman budaya di Indonesia.
Berikut di bawah ini beberapa contoh wisata budaya yang ada di Indonesia dan bisa anda kunjungi bersama teman, kerabat maupun keluarga.
- Desa Adat Ratenggaro
Desa Adat Ratenggaro merupakan salah satu desa yang terdapat di kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya. Kata Ratenggaro sendiri berasal dari dua penggalan yaitu ‘Rate’ yang berarti kuburan serta ‘Garo’ yang merupakan nama suku dari desa tersebut. Sejarahnya, dahulu terjadi peperangan antar suku yang menyebabkan suku Garo terbunuh oleh suku lain dan akhirnya dikubur pada lokasi tersebut. Kisah inilah yang menyebabkan desa tersebut dinamai Desa Ratenggaro. Terlepas dari sejarahnya yang cukup seram, nyatanya Desa Adat Ratenggaro menyimpan beraneka macam keindahan alam dan keragaman budayanya. Dengan lokasinya yang berada di dekat pantai dan didukung oleh rumah-rumah tradisional Desa Adat Ratenggaro yang luar biasa indahnya. - Desa Dayak Pampang
Desa Budaya Pampang semakin menambah deretan panjang tempat wisata Kalimantan Timur yang bernilai edukatif, khususnya terkait sejarah, tradisi, atau nilai budaya para leluhur yang masih terjaga baik. Suku yang mendiami Desa Budaya Pampang adalah suku Dayak Apokayan dan Suku Dayak Kenyah, sebagai salah satu cerminan budaya asli Borneo. Status Desa Budaya sendiri baru ditetapkan pada tahun 1991, tepatnya di bulan Juni dan hingga kini para wisatawan dalam Negeri bisa menyaksikan tradisi, budaya, dan sejarah yang masih terjaga di Desa Budaya Pampang. - Candi Prambanan
Candi Prambanan terletak di lingkungan Taman Wisata Prambanan, kurang lebih 17 km ke arah timur dari Yogyakarta, Tepatnya di Desa Prambanan Kecamatan Bokoharjo. Sebagian dari kawasn wisata yang terletak pada ketinggian 154 m di atas permukaan laut ini termasuk dalam wilayah kabupaten Sleman, Sedangkan sebagian lagi masuk dalam wilayah Klaten. Candi Prambanan merupakan Candi Hindu yang terbesar di Indonesia. Sampai saat ini belum dapat dipastikan kapan candi ini dibangun dn atas perintah siapa, namun kuat dugaan bahwa Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh Raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Dugaan tersebut didasarkan pada isi Prasasti Syiwagrha yang ditemukan disekitar Prambanan dan saat ini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti berangka tahun 778 saka (856 M) ini ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan. - Desa Panglimpuran
Desa Adat Panglimpuran merupakan sebuah komplek pemukiman penduduk yang ramah lingkungan, bangunan-bangunan tertata rapi dibangun di atas luas lahan yang sama, pintu utama (angku-angkul) berbentuk sama dan simetris, suasana perkampungan yang unik dan indah. Desa Penglimpuran Bangli memiliki tata ruang yang konseptual, membuatnya tampil unik, perumahan tertata sangat rapi, jalanan bersih dan tenang tanpa kendaraan bermotor. Desa Panglimpuran adalah sebuah pemukiman tradisional yang kental dengan kearifan lokal, membuat adat Panglimpuran cukup terkenal di kalangan wisatawan domestik maupun asing. - Festival Budaya Lembah Baliem
Festival Budaya Lembah Baliem ini adalah sebuah destinasi wisata yang wajib dikunjungi pada setiap bulan agustus ketika berada di kabupaten Jayawijaya. Festival ini juga favorit bagi turis baik domestik maupun mancanegara. Adapun tujuan festival ini diselenggarakan yaitu untuk memperkenalkan atau mempromosikan Papua terkhusus wilayah kabupaten Jayawijaya dengan cara memperkenalkan budaya tempat itu seperti bahasa, cerita rakyat (asal usul), tarian-tarian daerah dari masing-masing suku, kerajinan tangan yang berasal dari suku tersebut seperti noken, ukiran kayu, koteka, tombak, dan sali-sali (rumbai-rumbai yang terbuat dari kulit kayu). - Desa Wae Rebo
Berada di atas ketinggian 1.000 mdpl, Desa Wisata Wae Rebo sering disebut surga di atas awan. Selain itu, desa ini juga memiliki 7 rumah adat yang menjadi ikon dari Wae Rebo yakni Mbaru Niang yang berbentuk kerucut. Adat dan kebudayaan mereka telah membaur dengan kebiasaan penduduk Pulau Flores. Namun arsitektur bangunannya masih memiliki unsur Minang. Pengaruh Minang bisa dijumpai pada arsitektur Niang Dangka, atap Mbaru Niang ini. Hamparan rumput hijau yang dikelilingi pegunungan lengkap dengan kabut juga menjadi pesona desa. Sehingga memberikan kesan magis, namun damai, tenang, dan sejahtera. - Tana Toraja
Tana Toraja adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan dengan keindahan alam dan budaya yang kaya. Tana Toraja telah lama sukses menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Tradisi di Tana Toraja juga masih sangat lekat dengan kehidupan masyarakat disana dan masih dipertahankan hingga kini. Selain itu, Tana Toraja juga memiliki sederet destinasi wisata yang menawan, mulai dari situs religi hingga wisata alamnya. - Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
Taman Mini Indonesia Indah merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan Bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 26 Provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian, dan tradisi daerah. Disamping itu, di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia di tengahnya, kereta gantung, berbagai museum, dan teater IMAX keong mas dan teater tanah airku.
More Information:
087823311820 / 08122018886